Articles

Apakah calling, vocation dan job itu sama? Bila kita perhatikan ketika seseorang akan kuliah dan mencari jurusan apa, maka kriterianya adalah apakah jurusan tersebut berpotensi menempatkan kita pada pekerjaan yang baik dan menghasilkan serta memiliki karir yang baik nantinya setelah bekerja. Lalu setelah bekerja ada banyak lagi yang bingung ketika ada masalah dalam pekerjaan, haruskah pindah kerja, pindah profesi atau bertahan. Lalu kita coba doakan dan putuskan, walaupun belum tentu yakin betul. Kita belum punya pegangan yang agak jelas dalam pengambilan keputusan.

Menurut saya sebagai praktisi komunikasi dan branding, ‘calling’ itu seperti visi hidup kita yang terus menerus harus kita pertajam dan cari/rumuskan. Bila sudah agak jelas, ‘calling’ ini menjadi tolok ukur pengambilan keputusan yang kita lakukan dalam hal kerja. Kita dapat mencari vocation/profesi-profesi apa yang tersedia di dunia ini untuk memenuhi calling kita. Kita dapat menimbang-nimbang mana yang lebih tepat dan sesuai dengan keadaan/kondisi kita saat ini. Barulah kita cari atau buat job/pekerjaan-nya dengan ‘job description’ spesifik dari alternatif yang ditawarkan oleh pasar kerja atau kita citpakan sendiri peluang kerja kita.

Rumusnya : calling (panggilan), vocation (profesi), Job (pekerjaan)

Contohnya :

Seorang anak muda setelah melalui pergumulan, doa dan usaha merumuskan ‘calling’ atau panggilan hidupnya adalah membantu anak-anak untuk menikmati kegiatan fisik. Dia menemukan talentanya adalah bekerja bersama anak kecil dan dia tidak suka berada dalam ruangan dan menikmati kegiatan fisik. Dia melihat kebutuhan ‘dunia’ saat ini dimana banyak anak hanya tinggal dalam ruangan dan bermain game saja, padahal aktifitas fisik justru mendorong perkembangan otak dan kecerdasan. Sukacita terbesarnya adalah ketika dapat membantu orang lain melakukan sesuatu.

Vocation (profesi) apa yang dapat memenuhi ‘calling’nya untuk membantu anak-anak menikmati kegiatan fisik ? Dia dapat memilih profesi sebagai coach, trainer, teaching atau bahkan pengusaha.

Job (pekerjaan) yang dapat dipilihnya ada banyak di lowongan kerja misalnya jadi guru PT, jadi pelatih bola, jadi PT di gym buat anak-anak, jadi trainer di outbound dll.

Anak muda ini punya cita-cita jangka panjang menjadi wirausaha, yaitu wirausaha membuka outbound khusus untuk anak-anak. Karena dengan membuat ini dia dapat melakukan kegiatan/aktifitas fisik dan lainnya sesuai dengan idealismenya dan menanamkan nilai-nilai penting bagi anak-anak seperti kerja sama, sportivitas, cinta kasih dan disiplin. Bila bekerja di tempat lain, maka dia tidak bisa membuat peraturan dan sistem kerja yang dia tau belum tentu sesuai dengan Firman Tuhan.  Dia mulai merencanakan hidupnya : saat ini masih awal belum punya modal, maka dia harus mencari modal dan dapat memilih salah satu pekerjaan di atas yang paling memenuhi ‘calling’ dan tujuan jangka panjangnya. Sambil tetap terus berdoa, terbuka atas peluang-peluang yang diberikan Tuhan sepanjang perjalanan hidupnya dan mengevaluasi, mempertajam panggilannya.

Bila anda tertarik untuk mencoba menemukan panggilan dan merancang hidup anda, silahkan kontak tim WIN untuk melakukan workshop.